HIDUP BAGAIKAN SAMUDERA, MAKIN KE TENGAH KIAN BESAR OMBAKNYA (Mr_Moed)

Wednesday, May 25, 2011

Puncak Taraju

Laju sebuah kendaraan
Yang kadang berputar haluan
Menggetarkan jiwa mereguk ketakutan
Membisik hati tuk kembali
namun ada rasa tuk tetap berdiri
Kala kaki terjejak diatasmu
Badan kaku seakan mimpi
Saat semilir angin menyambutku
Kembali memberi kesegaran cinta
Kutatap untaian hijaumu
Lajur liku menghiasi dirimu
Kuhirup nafas segarmu
Sejuk bagaikan kasihnya
Sungguh engkau telah memberikan
Sebuah kedamaian dalam cintaku
Harapan baru kini tiba
Kenangan indah bersama kita
Di puncak taraju

Tasikmalaya,  Januari 2000
Mr_Moed

Sunday, May 22, 2011

Tatapan Sayu Menuju Jalan Buntu

Angin menyapu debu
     Jalan lurus dan halus
     Satu arah berlagu tiada lelah
Waktu kian berlalu
     Angin menatap sayu
     Arah hutan dan desa
Angin
     Desa
          Jalan
               Hutan
                    Daun
                         Debu
Tiada tersapu kembali
Mana jalanku


Tasikmalaya,  September 1999
Mr_Moed

Tatkala kita dihadapkan pada dua pilihan walaupun itu pahit dirasakan wajib hukumnya bagi saya memilih salah satu dari dua pilihan tersebut, mana yang terbaik menurut keyakinan hati dan mana yang kira-kira bisa menimbulkan resiko dikemudian hari adalah pertimbangan yang menjadi panduan saya memilih jalan.

Mimpi Terindahku

Kulihat mimpiku
Pada dua kepala manusia
Kala sang malam kan tiba
Atau pagi hendak pergi

Kulihat mimpiku
Pada dua tangan manusia
Ketika kujalan berdua
Atau pergi sendiri

Kulihat mimpiku
Pada jiwa dua manusia
Saat cinta ditebarnya
Atau kasih menghampiri

Kulihat mimpiku
Mimpi terindahku
Pada diri mereka
Dua anak manusia

Tasikmalaya,  09 Oktober 2001
Mr_Moed

Peran orang tua pada anaknya sangatlah besar, melalui do'a merekalah izin Alloh SWT akan senantiasa mengalir pada anak-anaknya. Pada saat itu kulihat mimpi saya ada pada mereka dan alhamdulillah...... sekarang saya merasakan bahwa Alloh SWT telah mengabulkannya tanpa kurang sedikitpun dengan apa yang saya impikan pada saat itu. (bocoran : saat itu saya bermimpi bisa kuliah tanpa merepotkan orang tua)

Saturday, May 21, 2011

Mungkinkah Aku

Mungkinkah aku
Mengenalmu setelah tiga sebelummu
     Mungkinkah aku
     Bersamamu walau sekejap

Mungkinkah aku
Menyelami kehangatanmu
     Mungkinkah aku
     Bergelut bergumul bersamamu

Mungkinkah aku
Menerawangi khayal dalam pelukmu
     Mungkinkah aku
     Mengibarkan bendera juara

Mungkinkah aku
Karna kamu yang selalu kurindu

Duhai bangku kuliah....


Tasikmalaya,  20 September 2001
Mr_Moed  00.30 WIB

Alhamdulillah... pada tahun 2004 saya bisa mengenyam bangku kuliah di STIE Muhammadiyah Tangerang (sekarang Universitas Muhammadiyah Tangerang), dengan seizin Alloh SWT Alhamdulillah  dan doa tulus dari kedua orang tua serta kakak-kakak tercinta pada tahun 2008 saya dan istri bisa menyelesaikan perkuliahan dengan lancar. Dengan seizin Alloh SWT dan doa mereka pula  tiga berkah yang saya dapat pada saat wisuda yaitu ijasah, istri dan anak..Alhamdulillah.

Air Mata

Cucuran air mata menetes
Bergantian tiap detiknya
Mengikuti suara detak
Laju jarum jam setiap malamnya

Cucuran air mata menetes
Kala sang khayal datang
Membawa menerawangi segala mimpi
Kepada sebuah harap yang kian memudar

Cucuran air mata menetes
Bergantian tiap detiknya

Menandakan sebuah keputusasaan
Pada jiwa yang hampa
Menandakan sebuah kematian
Pada rasa yang sirna

Cucuran air mata menetes
Setiap malamnya dan akan berhenti
Kala mimpi ditelan sunyi
Datangnya sang pagi


Tasikmalaya,  20 September 2001
Mr_Moed

Kadang apabila keputusasaan telah datang kita enggan tuk bercerita pada siapapun, malam hari adalah waktu yang ideal untuk berkeluh kesah baik bercerita pada diri sendiri melalui coretan pena atau numpang meneteskan air mata pada pundak seorang sahabat, kadang kita enggan bercerita pada orang tua dengan seribu satu alasan akan tetapi saran saya kepada para pembaca apabila kita dikondisikan pada situasi seperti ini silahkan curahkan di tempat yang anda sukai dan satu hal yang paling penting adukanlah keputusasaanmu itu pada Tuhan. Bagi saya pribadi sebagai muslimin idealnya mengadu pada Alloh SWT adalah pada saat 3/4 malam atau dinihari.

Aku Adalah Sinar Yang Terpancar

Bila saja datang batasku
Aku ingin bunga memaafkanku
Karna sinar yang terpancar
Membuat hidupnya terbakar
Sebelum bunga hendak mekar
Diantara indahnya taman kehidupan

Bila saja datang batasku
Aku ingin bunga tak lupakan aku
Agar sinar yang pernah meresap
Kedalam raga sukma bunga
Menguapkan madunya hingga kering
Tak kan lagi kepanasan

Bila saja datang batasku
Ingin sekali kukatakan bahwa aku
Adalah sinar yang terpancar
Pada bunga yang terindah


Tasikmalaya,  02 Maret 2000
Mr_Moed

Sebuah resiko dari hasil keputusan adalah dibenci orang lain, siapa yang salah ? tidak ada....semua baik tapi ada yang lebih baik.

Tuesday, May 10, 2011

Kutandai Malam Ini

Kutandai malam ini
Dengan air mata
Yang tak pernah lusuh
Agar semua orang tahu
Malam ini dan sebelumnya
Selalu aku tandai
Atau mungkin malam seterusnya

Kutandai malam ini
Dengan rangkaian kata
Yang tak pernah patah
Agar semua orang tahu
Malam ini dan sebelumnya
Selalu aku tandai
Atau mungkin malam seterusnya

Aku tandai malam ini
Dengan air mata
Yang tak pernah lusuh
Dan rangkaian kata
Yang tak pernah patah
Agar semua orang tahu
Dan juga engkau


Tasikmalaya,  10 Mei 2001
Mr_Moed  22:30 WIB

Malam adalah sahabat sejatiku saat itu kadang sampai saat ini juga malam adalah saat yang indah untuk bercengkrama dengan pena, karena dia yang selalu menemani kala diri ini dirudung gelisah kala diri berprasangka bahwa semua tak ada yang peduli (maaf..prasangka buruk adalah sifat jelek,jangan ditiru). Walau saat itu tak ada yang tahu tapi kini mungkin semua bisa tahu lewat tanda yang saya buat lewat coretan ini.

Saturday, May 7, 2011

Tangisku

Bulan...Seandainya engkau tahu
Dalam pancaran cahayamu
Diantara himpitan awan putih
Aku menangis resah

Bulan...Seandainya engkau tahu
Dalam bulat lingkar purnamamu
Diantara kedipan bintang-bintang
Aku menangis gelisah

Bulan...Seandainya engkau tahu
Dalam kehangatan sinarmu
Diantara resapan dingin angin malam
Aku menangis gundah

Bulan...Seandainya engkau tahu
Saat mentari menjelma bumi
Dan tak mampu lagi menyinari
Aku menangis untukmu


Tasikmalaya,  07 Mei 2001
Mr_Moed  23:00 WIB